News 3D Printing Technology

Teknologi 3D printing tampaknya telah mencatat prestasi terbesarnya dengan kehadiran pesawat UAV (Unmanned Aerial Vehicle) pertama di dunia yang hampir keseluruhan komponennya dibuat dengan menggunakan teknologi tersebut. Pesawat yang dibuat oleh para teknisi dari University of Southampton, Inggris, ini diberi nama SULSA (Southampton University Laser Sintered Aircraft). Pesawat ini dilengkapi sayap sepanjang dua meter, kemampuan untuk melaju dengan kecepatan mencapai 160 kilometer per jam, dan tidak mengeluarkan suara saat melayang.

3D printing techology

Seluruh struktur tubuh dan kontrol aerodinamis SULSA dibuat dengan menggunakan mesin printer 3D EOS EOSINT P730. Seluruh komponen tersebut didesain sedemikian rupa sehingga dapat disambungkan dengan satu sama lain tanpa tambahan perkakas dan alat pengunci. Satu-satunya bagian dari pesawat ini yang tidak didesain menggunakan teknologi 3D printing hanya mesin elektrik yang menggerakkan laju pesawat ini.

Kehadiran pesawat SULSA menandakan adanya potensi pembuatan pesawat berskala besar, seperti Boeing 787, dengan jumlah penggunaan bahan yang lebih efisien. Teknologi 3D printingmemungkinkan perusahaan manufaktur pesawat untuk menciptakan setiap komponen lapis demi lapisdan meminimalkan jumlah bahan yang tidak terpakai. Teknologi ini juga membantu pengguna dalam mempercepat pengubahan desain pesawat dari gambar CAD ke dalam prototipe.

SULSA merupakan sebuah pesawat yang sepenuhnya dikendalikan dari jarak jauh sehingga tubuhnya tidak harus menanggung bobot tambahan dari pilot ataupun penumpang. Mungkinkah pesawat komersil dan barang juga dapat dibangun dengan teknologi ini?